Jantung Berdebar? Bisa Jadi Psikosomatik

Jangan anggap sepele bila Anda kerap mengalami perasaan tidak nyaman secara fisik tapi baik-baik saja saat diperiksa ahli medis.

Rima (35), sebut saja begitu, datang ke dokter dengan keluhan jantung berdebar serta mual-mual kronis. Ketika dilakukan pemeriksaan menyeluruh, ternyata tak ditemukan penyakit di dalam tubuhnya. Belakangan, ia baru tahu bahwa ia menderita gangguan yang disebut psikosomatik.

Menurut Dr. Andri, Sp.KJ, FAPM , Psychosomatic Medicine Specialist  dari Psychosomatic Clinic Omni Hospital, Alam Sutera, Serpong, psikosomatik adalah istilah yang menggambarkan adanya keterkaitan antara tubuh dan pikiran, atau dikenal dengan “mind and body ”. “Terminologi psikosomatik lebih mengarah kepada pendekatan adanya kondisi penyakit yang berhubungan dengan fisik dan psikis,” ujar Andri.

“Pada praktik sehari-hari, orang memahami psikosomatik sebagai kondisi fisik yang didasari masalah psikis (psikologis),” lanjutnya. Misalnya, ada orang yang sering mengalami keluhan fisik. Ternyata, dalam pemeriksaan, tidak ditemukan hal yang bermakna secara medis akan apa yang dia alami.

Stres yang Teradaptasi

Keluhan fisik yang biasanya mengenai sistem organ otonom seperti jantung, paru, dan lambung serta berlangsung kronis adalah salah satu gejala psikosomatik. Gejala lainnya, ketidaknyamanan. Nah, meski gejalanya relatif ringan, tetapi hal ini dapat mengganggu kehidupan sehari-hari. “Keluhan juga bisa berpindah-pindah dan biasanya dibarengi kondisi psikologis seperti kecemasan atau perasaan depresi,” lanjut Fellow of Academy of Psychosomatic Medicine (APM) ini.

Menurut Andri, stres yang berlebihan dan berlangsung lama serta tidak mampu ditoleransi sering menjadi dasar keluhan psikosomatik. Sementara itu, gejala-gejala fisik biasanya timbul karena pasien mengalami masalah ketidakseimbangan di sistem saraf, terutama sistem saraf otonom dan sistem hipotalamus. Akhirnya, timbul masalah-masalah fisik, walaupun secara pemeriksaan klinis tidak ditemukan gejala apa pun.

Hilangkan Gejala Dasar

Biasanya,  ketika seseorang mengeluhkan kondisi fisiknya, ia akan mencari pelayanan primer dengan berobat ke dokter umum atau dokter spesialis. Lalu, karena keluhannya sering kali muncul di daerah jantung dan lambung, maka banyak pasien yang mendatangi spesialis di bidang itu terlebih dahulu.

“Setelah tidak ditemukan masalah medis yang bermakna, pasien mulai mengalami kebingungan dan mulai bertanya-tanya masalahnya. Maka, jika muncul keluhan fisik yang tidak kunjung membaik dan tidak diketahui dasarnya setelah dilakukan pemeriksaan medis, sebaiknya segera ke psikiater yang memahami masalah psikosomatik,” lanjut Andri.

Fokus utama dalam penanganan psikosomatik adalah edukasi tentang gejala yang timbul karena penyakit ini dan menghilangkan gejala dasarnya. Baca juga Penuhi 3 Nutrisi Penting Ini Untuk Pembentukan Otot Anda.

Menurut Andri, pasien biasanya sering merasa “kesal” dengan dokter-dokter yang menganggap keluhan mereka mengada-ada. Terkadang pasien menjadi sering menghabiskan uang untuk berobat. Padahal hal tersebut tidak perlu, asalkan dokter mampu mengonfirmasi bahwa keluhan psikosomatik adalah hal yang wajar dan bisa diderita semua orang.

“Kondisi pasien yang mengalami banyak keluhan ini bisa dijelaskan secara medis oleh dokter yang memahami bagaimana perjalanan penyakit psikosomatik di dalam tubuh manusia. Psikiater sebagai dokter yang memahami gejala psikologis dan fisik, karena latar belakangnya yang juga seorang dokter,  sangat tepat menangani kasus-kasus psikosomatik,” terang Andri.

Harapan akhir dalam penyembuhan psikosomatik, tentu saja menyeimbangkan kembali sistem di otak agar menjadi sesuatu yang baik dan dapat menghasilkan perubahan pada pasien, terutama dalam gejala fisik dan psikologisnya. Pakar Nutrisi.

Leave a Reply