Efek Samping Donor Darah serta Cara Penanganannya

Kegiatan donor darah merupakan salah satu kegiatan yang mulia, di mana donor darah itu sendiri memiliki banyak manfaat bagi kesehatan orang yang mendonorkan darahnya, terlebih bagi orang yang menerima darah tersebut. Anda mungkin dapat membayangkan betapa kesulitannya ketika ada seseorang misalnya ibu yang baru melahirkan ia begitu membutuhkan transfusi darah karena banyak mengalami perdarahan yang luar biasa sedangkan stok darah yang ia butuhkan tidak tersedia. Namun, ketika anda hadir dengan sukarela menyumbangkan sebagian darah anda maka dengan begitu anda menolong dan menyelamatkan kehidupannya, betapa bahagianya perasaan anda serta perasaan ibu tersebut, walaupun memang pada hakikatnya hanyalah pertolongan dari Sang Kuasa. Sayangnya, perbuatan tersebut masih terhalangi oleh pemikiran sebagian orang yang hanya memirkan efek donor darah itu sendiri.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan donor darah itu memiliki efek samping, namun efek yang ditimbulkan bersifat ringan dan sementara. Dan hal tersebut terjadi bukan tanpa ada sebab melainkan karena orang yang bersangkutan sebagai pendonor kurang memperhatikan persyaratan yang telah ditentukan dalam melakukan kegiatan donor darah. Dan efek samping donor darah yang biasanya timbul itu sendiri ialah sebagai berikut:

Rasa pusing serta melayang

Muka tampak pucat

Hingga tak sadarkan diri (pingsan)

Beberapa hal tersebut di atas dapat dengan segera ditangani dengan melakukan hal-hal sebagai berikut yang dapat dilakukan dan dibantu oleh orang terdekat, yaitu:

Baringkan segera dengan posisi jantung lebih rendah daripada kaki, hal tersebut dapat membantu meringankan gejala pusing yang terjadi. Dan aliran darah pada daerah kepala semakin lancar.

Banyak minum air putih setelah melakukan donor darah. Dan biasanya setelah donor darah selesai dilakukan, bagian kesehatan akan memberikan air teh manis hangat yang dapat membuat tubuh lebih segar.

Istirahat secara cukup tanpa melakukan kegiatan yang berat di siang harinya.

Cukupi asupan nutrisi protein dan lain sebagainya dari sumber makanan dengan makan dalam porsi yang cukup dan teratur.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply