Wanita Hamil Patut Menjauhi 4 Makanan Ini Jika Tak Ingin Keguguran

Kehamilan merupakan sebuah kondisi yang pastinya sangat dinantikan oleh para wanita yang sudah menikah, dengan kehamilan ini maka anggota keluarga mereka juga akan bertambah satu lagi yaitu buah hati. Namun ternyata fase kehamilan ini tak selalu berjalan dengan lancar. Ada berbagai macam resiko yang sering menghampirinya, salah satu diantaranya adalah keguguran, kondisi tersebut bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor. Keguguran ini sendiri nyatanya paling rentan menjangkiti kehamilan pada trimester awal.

Biasanya keguguran berkaitan dengan kondisi kesehatan dari ibu hamil yang kurang maksimal, hingga penyebab lainnya adalah aktivitas berat dan juga dari segi makanan yang dikonsumsi. Bagaimanapun makanan ternyata mengambil andil yang sangat penting terhadap resiko keguguran janin. Ada beberapa jenis makanan yang memang menjadi pantangan wanita hamil karena sebenarnya dapat memicu terjadinya keguguran ini, diantaranya adalah:

  1. Pepaya, terbilang enak dan bahkan banyak dikonsumsi oleh mereka yang tengah diet, namun kandungan vitamin C yang cukup tinggi dalam buah ini juga bisa jadi sengat berbahaya bagi janin, karena bisa menyebabkan keguguran, khususnya ketika kehamilan baru memasuki fase zigot.
  2. Tebu, bahan yang satu ini nantinya akan diolah menjadi gula, hanya saja banyak diantara masyarakat yang terkadang mengkonsumsinya secara langsung atau dijadikan sebagai es yang segar. Kandungan bahan kimia yang belum diproses tak hanya bisa menyebabkan iritasi pada rongga mulut, melainkan juga berbahaya bagi wanita hamil karena dapat memicu kontraksi dini.
  3. Kayu manis, terbilang sebagai penyedap masakan yang paling sering digunakan, hanya saja khusus untuk wanita hamil dilarang mengkonsumsinya dalam jumlah banyak, karena ternyata bahan yang satu ini dapat memicu terjadinya keguguran.
  4. Nanas, buah yang paling identik dengan keguguran bayi, khususnya adalah nanas muda yang kandungan vitamin C nya sangat tinggi, kurang bagus untuk janin.

Patut untuk diwaspadai, karena pada dasarnya sering kali diantara kehamilan yang belum terdeteksi bahkan di trimester awal, sehingga para calon ibu masih tidak bisa mengontrol asupan makanan yang dikonsumsi.

Leave a Reply